Keperkasaan Sang Mertua
Ayah mertua sepertinya menyadari usahaku, lalu membisikkan ancaman di telingaku dengan suara rendah, "Jangan bergerak. Kalau kamu berani bergerak lagi, akan kubuat semua orang di kereta bawah tanah ini melihat betapa memalukannya dirimu."
Terkejut oleh ancamannya, tubuhku tiba-tiba gemetar hebat, dan kedua kakiku menjadi kaku di tempat.
Dari belakang, kembali terdengar suara ayah mertua yang penuh kepuasan. "Benar, begitu baru benar. Nggak perlu kamu jelaskan, aku sudah tahu betul kamu itu orang macam apa. Di tempat ramai seperti ini, rasanya pasti lebih menegangkan. Aku tahu kamu juga ingin mencobanya."
Bab Populer