Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Abaikan Suamiku

Di Abaikan Suamiku

Ucap Aneska. “Tidak usah di pikirkan. Aku tahu kau masih punya banyak keperluan lain nya, utamakan dulu itu.” jawab Aarav. “Tapi… “Tenang saja. Aku tidak memiliki niat jahat untuk mu. Tolong jangan berpikiran tidak enak seperti itu.” Aarav memotong kalimat Anes. Anes mengalah, di hela nafas yang di rasa sesak.
9.410.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Si sopir taksi yang sudah tua pun melirikku melalui kaca spion. Dia berkata, "Nona, jangan menoleh lagi ke belakang. Fokuslah ke depan." Sopir taksi itu mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranku, fokus ke depan. Tiga hari kemudian, kalangan penguasa keuangan Kota Neysa pun menjadi gempar.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Istri yang Terabaikan

Istri yang Terabaikan

Bahkan cukup untuk membeli satu motor baru. Aira membuka pesannya lagi, Mengecek. Dan lagi-lagi, kekecewaan yang ia dapat. Sekarang sudah centang dua. Tanda Gavin sudah aktif. Tapi chat darinya tetap diabaikan. “Apa aku berangkat aja, ya? Tapi gimana kalau Tuan Gavin marah?” tanya Aira pelan pada Mbok Inah. “Kalau begitu, lebih baik tunggu Tuan Gavin balas dulu,” saran Mbok Inah jujur.
1018.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

"Aku tidak mau cari perhatian siapa pun, Siska. Aku hanya menjalankan tugas, dan aku tetap menjaga batasan dengan Bagas. Dia memang orang baik, tapi aku tidak mau orang berpikir yang macam-macam." Siska mendengus kecil, lalu menyeruput kopinya lagi. "Ya ampun, Sandra. Kamu ini terlalu serius. Sesekali menikmati hidup, dong. Lagipula,tidak ada salahnya tampil lebih memukau, kan? Siapa tahu itu justru buat kamu merasa lebih percaya diri."
819 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

Jelasnya Senyum polos Hiriety kini melebar, menjadi sebuah senyum licik “Kau memang mengenalku dengan baik Erasmus.” Hiriety menjeda hingga menciptakan kehening untuk beberapa saat, “Tapi sekarang... aku sudah lelah dengan ini” Sambungnya “Jadi..?” Nada Erasmus menggantung Hiriety mengulas senyum, kali ini bukan senyum licik, melainkan senyum tipis dengan tatapan mata yang redup “Aku tak membutuhkanmu lagi, Sir... Kau.. tak lagi bermanfaat untukku.”
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Dia terabaikan dan itu tidak pernah ada dalam kamusnya selama ini. "Bukan lelah, Erina," gumam Khai rendah, suaranya terdengar seperti sebuah pengakuan pahit. "Itu adalah diksi 'distraksi'. Dan dia baru saja membuktikan bahwa keheningan bisa jauh lebih menyakitkan daripada perdebatan paling sengit sekalipun."
832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Aku menatap mereka dengan senyum dingin. “Melupakan kalian sama sekali tidak membuatku sedih. Justru rasanya jauh lebih ringan.” “Saat ini aku tidak membutuhkan kalian. Kalian menghilang dari hadapanku dan tidak buat keributan di rumah sakit malah jadi hal yang paling aku inginkan.” “Kalau kalian bilang ingin menebus dosa, maka lebih baik jangan pernah muncul lagi!”
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Janda Kesayangan Brondong Kaya

Janda Kesayangan Brondong Kaya

rutuknya. Haura memang terlalu bersedih karena diceraikan dan dikhianati oleh suaminya, dia menjadi kurang fokus sekali hari ini jadi melupakan hal penting seperti sekarang. Andai dia mengingat kalau tidak memiliki piring, sendok dan gelas mungkin wanita itu akan memilih sarapan saja di warung tadi.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

Ia belum ikhlas melihat kedua orang yang amat ia cintai pergi dengan cara seperti ini. Satu demi satu para pelayat pergi dari area pemakaman. Kini yang tersisa hanya Alisya dan beberapa asisten rumah tangganya. Aura sudah lebih dulu pulang, karena dikhawatirkan tidak sadarkan diri lagi. "Ayo, Non, kita pulang," ajak Bi Irah seraya memegang kedua bahu anak majikannya itu. "Bibi pulang duluan aja. Aku mau di sini sebentar lagi," ujar Alisya dengan pandangan kosong.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
From Allah to Allah

From Allah to Allah

----------------------------------------------------------- Please be careful : Tolong berhati-hatilah Thank you for reminding me : Terima kasih sudah mengingatkan aku. Amazing : Mengagumkan. -----------------------------------------------------------
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai menghiraukan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status