KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Mulai sekarang, kamu harus berusaha melupakan masa lalu dan fokus sama masa depan, Nai. Belajarlah memaafkan luka di masa lalu dan jalani masa sekarang dengan ikhlas. Insya Allah, kamu pasti bahagia,“ kata Adila.
“Ikhlas gimana maksudnya? Ikhlas dimadu? Begitu?“ Meera mencibir. Adila menggeleng.
“Bukanlah. Maksudku, jalani apa yang kita rencanakan dengan hati ikhlas bukan karena dendam. Oke?“
Aku mengangguk cepat.
“Good. Yaudah, kita bahas lagi yang tadi.“ Adila berkata sambil mengeluarkan buku dan pulpen.
“Ngapain?“ tanya Meera.
“Kayak nggak tau aja. Adila kan sekretaris, segalanya harus tertulis dan terjadwal dengan baik,“ jawab Cantika. Membuat Meera tertawa lepas.
“Kirain mau main detek
Hot Chapters