Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Izinkan Aku Menghalalkanmu

Izinkan Aku Menghalalkanmu

"Kamu silent?" Aisyah terkekeh, "Sepertinya iya," jawab Aisyah tanpa rasa bersalah. Aisyah mengambil telepon genggamnya, ada banyak panggilan masuk yang tak sempat ia jawab. Dan satu pesan singkat. [Aku harap Ibu sudah menyampaikan pesanku. Dan satu jangan terlambat.]
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia

“Kalau gitu cepat kamu pergi ke Bidan. Kemarin-kemarin ibu lupa mau kasih tau kamu.” “Aku kan gak sakit bu, ngapain ke Bidan?” “Ke bidan itu pake kontrasepsi,Han. Kamu harus pake kontrasepsi. Mumpung belum pernah berhubungan. Kamu kan pas nikahan masih datang bulan. Jangan punya anak dulu. Kamu tau kan Ferdi masih belum jelas kerjaannya. Jaga toko walaupun punya sendiri itu gak seberapa Han. Nanti malah kasihan anak kamu.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Pisah Terindah

Pisah Terindah

Pisah Terindah #57 Ikhlas adalah kunci bahagia menjalani kehidupan. Begitu mendiang ibu pernah berkata. Dulu bagiku semua itu adalah bentuk kenaifan belaka. Bentuk ketidak berdayaan melawan kesemena-menaan atau dengan kata lain sekadar memperindah istilah pasrah ke versi yang religius. Ternyata aku keliru. Kenyataan demi kenyataan yang kujalani dengan segala pasang surut emosi mematahkan anggapan yang dulu.
9.665.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya

Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya

Kata Dio penuh harap. Ya semoga saja. ****
888.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Aku tidak ingin terus terlibat dengannya, jadi aku menjawab dengan menekankan kata demi kata. "Aku rasa kamu salah paham, aku sama sekali nggak marah." "Benar-benar nggak marah sama sekali." Begitu aku selesai berbicara, pria itu perlahan menyembunyikan gelombang di matanya, kembali menjadi tenang. Samuel hendak meraih tanganku, tetapi dengan satu tatapan tajamku, dia menurunkan kembali tangannya dalam diam.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

“Jujur saja, Leo sudah gila mencarimu. Kalau kau terus menghindar, bisa-bisa seluruh Kota Jakarta ia obrak-abrik.” Adeline menggenggam erat gelas kopi. “Aku butuh waktu…” “Waktu tak bisa menyembuhkan rasa bersalah,” Adelia menutup cerminnya. “Hanya dengan berani menghadapi, barulah kau bisa pulih.”
9.2229.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Gus! I Lap Yuh!

Gus! I Lap Yuh!

* “Nggak bisa Surah Al Ikhlas?” Kyai Dahlan memukul meja di depan Khoiron dengan tongkat bambu yang dirinya genggam. “Khoiron,” tegurnya. “Memang kenapa kalau Tatiana belum bisa? Sudah menjadi tugas kita mengajari sampai dia hafal,” timpalnya sebelum memalingkan wajah, “jangan dimasukan ke hati ya, Nduk. Nanti biar Khoiron, Mbah yang marahi.”
9.37.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Mengikhlaskan bukanlah cara untuk melupakan. Mengikhlaskan adalah seni menerima dengan hati yang lapang—menerima keadaan dengan begitu sempurna tanpa menuntut, tanpa menyakiti, dan tanpa menjadikan kehilangan itu sebagai pukulan yang meremukkan jiwa. Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan. Tidak selalu indah seperti yang kita bayangkan.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Mencari Jejak Maria

Mencari Jejak Maria

"Tapi, Bu. Apa ada perempuan yang benar-benar ikhlas? Maksud saya benar-benar nggak merasa sakit sedikit pun?" Pertanyaan itu terdengar seperti keluhan yang penuh emosi. Bu Nafisah tertegun lalu tersenyum. Sorot matanya menyimpan kebijaksanaan yang dalam. "Nak Maria, ikhlas itu letaknya di kedalaman hati yang paling sunyi. Ibu nggak bisa menilai apakah seseorang benar-benar ikhlas atau nggak. Mulut bisa bicara 'aku rela', senyum bisa dipasang di depan manusia, tapi hati hanya pemiliknya dan Allah yang tahu bagaimana isinya. Ikhlas bukan berarti tidak sakit. Ikhlas itu saat kita tetap memilih untuk melangkah di jalan yang diridhai-Nya, meskipun kaki kita sedang menginjak duri yang tajam."
9.882.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Tes pengajuan AE

Tes pengajuan AE

Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE.
289 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai ikhlaskan saja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status