Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

Udara di dalam kompartemen terasa lebih dingin meski tidak ada angin yang masuk. "Tutup mulutmu!" seru Saihan, suaranya rendah namun penuh tekanan, seperti gemuruh badai yang menahan diri sebelum meledak. "Aku sudah bersabar selama tiga hari melihatmu di hadapanku, yang hanya mengingatkanku pada ketamakan ayahmu dan keegoisanmu yang membawa malapetaka bagi gadis dengan nama yang sama denganmu!"
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Bersambung . Ngantuk Besti
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Ia tahan sang ibu agar tidak terjadi kontak fisik. “Udah, Mah. Ngapain sih Mamah (mamah = mama, ditambahkan “h” sebagai penegasan aksen sapaan/ kata ganti) teh marah-marah segala?! Biarin aja Bi Kesih mau ngomong apa juga tentang kita.” Santi mencoba meredam emosi sang ibu. “Ini teh gara-gara kamu, Neng.” Lilis justru berbalik mencaci Santi. “Coba kamu mau berangkat ke luar negeri, nggak akan si Kesih teh berani ngomong gitu ke kita.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Hasratku Menjadi Candunya

Hasratku Menjadi Candunya

Jemarinya bermain di ujung jari sendiri, lalu ia menjawab ringan, “Mungkin makan dua butir petasan bisu.” Petasan yang meledak tanpa suara. --- Sepuluh menit kemudian. Jiang Jingyu membuka pintu yang tidak tertutup rapat. Nan Shiyu baru saja hendak ke kamar mandi untuk mencuci muka, tapi sebelum sempat berdiri, pinggangnya sudah ditarik dan tubuhnya ditekan ke sofa. Ciuman dengan aroma kayu cemara yang dingin langsung menempel di bibirnya.
10696 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

tanyanya. Dia terpaku melihat basah di ujung jarinya, seolah tak tahu harus berbuat apa. Aku lantas tersenyum. “Namanya juga bumil, suasana hati gampang banget berubah. Nanti juga baikan,” jawabku asal. Andika menghela napas lega. “Syukurlah. Oh ya, aku tadi lupa tanya, kamu mau ikut nggak minta jimat keselamatan?” tanyanya.
11.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Mereka lalu duduk di sebelah meja Andi, dan dengan santai melemparkan ransel berisi kunci pas ke kursi di samping mereka, lalu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan suara rendah. "Uang dari tugas ini cukup bagi kita untuk makan selama setengah tahun." Yang bicara adalah William Jayce, seorang pria yang hampir berusia empat puluh tahun. Dia buka sebotol bir dan menuangkannya ke tenggorokannya. Duduk di seberangnya, Billy Matt, seorang pria yang hampir berusia dua puluh delapan tahun, tampak menyingsingkan lengan bajunya. Dia dan William saling bersulang, lalu minum dengan berani.
36.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
SELINGKUH

SELINGKUH

"Kalian berdua benar-benar menjijikkan!" Bersambung.... Terima kasih buat yang selalu mendukungku. Salam manis dari Cherry yang manis. 🍒🥰🌸
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 545 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Area itu sudah sangat banjir, mengeluarkan cairan bening yang manis, hangat, dan mengundang. "Achh Ian... Pelan-pelan sayang, jangan nakal..." bisik Binar dengan nada manja yang sangat menggemaskan. Matanya yang sayu menatap Jovian dengan kerinduan yang dalam di balik wajahnya yang merona hebat.
9.88.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

celetuk Hana dengan nada gemas. "Aku... kayak mau nangis tahu nggak sih? Dunia ini kejam banget. Oppa pantas dicintai dengan utuh. Bukan dibuang begitu saja,” desah Jisoo pelan, matanya masih mengikuti setiap gerakan Liam di air. Tiba-tiba, suara dari belakang mereka menyentak. “Woy! Turunkan dikit hayalannya, kalian berdua hampir terbang ke awan ketujuh!” suara Minjae menggema sambil membawa dua botol air.
10960 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai menjijikan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status