Sentuhan Pria Dewasa
“Lo nyetir pelan aja ya. Gue belum sempet sarapan, mual nanti.”
“Isi lo?,” sahut Narine sambil menstarter mesin.
Maya mengangguk penuh keyakinan. “Perut gue isinya usus, jantung, lambung, paru-paru dll.”
Mobil keluar dari basement, menjalar perlahan menuju jalanan depan gedung. Udara pagi yang sedikit dingin menyelinap lewat ventilasi AC. Narine fokus pada jalan, berusaha tenang. Tapi Maya tidak membiarkan ketenangan itu hidup bahkan dua menit.