Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia di Balik Tirai Malam Pertama

Rahasia di Balik Tirai Malam Pertama

" tanya Aisyah penasaran. "Seperti rasa terasi. Apa kamu makan sambal terasi?" goda Aditya sambil sedikit tertawa. "Ih, kok, terasi!" Seketika Aisyah memukul lengan suaminya. "Enggak, enggak, aku bercanda. Rasanya seperti buah bibir yang manis dan kenyal. Pokoknya enak," kata Aditya sambil menangkis pukulan lembut sang istri.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Misha menyapa Mayang, "Kau siapa?" Mayang tersenyum pada Misha. Senyuman yang membuat Misha jadi terhipnotis. "Mayang, temannya Delon," kata Mayang memperkenalkan diri. Misha diam saja, tak menanggapi apa pun. Tak berapa lama Delon datang dan menyuruh Mayang untuk masuk ke dalam. Sayangnya di dalam sudah ada Tifani, Mayang merasa tidak senang. Melihat wajah Mayang yang jadi muram, Misha tidak suka, ia mulai berpikir bahwa Mayang tidak menyukai Tifani.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
Istri pilihan (Indonesia)

Istri pilihan (Indonesia)

" jawab Kia seraya menggelengkan kepalanya. Nella mengangguk dan kembali pada aktivitas membaca majalahnya. "Apa benar dia memang sungguh ingin membantu bi Yati? apa aku harus membuntutinya agar rasa penasaran ku terjawab?" lagi Kia merasakan hal yang tak enak jika mengenai Aisyah. ********* Di pasar... Bi Yati, Aisyah beserta Ayesha anaknya sedang asyik memilih belanjaan yang akan mereka beli. Aisyah terlihat sangat bosan sekali, cuaca panas di tambah lagi pasar yang ramai membuat suasana menjadi gerah.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
Benaran Mantan?

Benaran Mantan?

gumam Syasa "Gue cuma mau ngajak ngomong ringan aja kok sama mantan lo Fan." "Mantan?" Beo Naya "Iya, lo Mantan nya Fano kan?" Tanya Syasa sambil tersenyum Sebelum ada jawaban dari Naya, Fano melangkah mendekati Syasa untuk menarik nya keluar dari kantin sebelum ia bicara lebih lanjut yang akan membuat jarak antara ia dan Naya kembali ada.
9.911.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Niat sekali membuatku senam jantung. "Duduk, kenapa kalian masih berdiri?" kata Abi pada kami yang masih berdiri dan mematung. Beberapa menit kami duduk di meja ini tanpa ada suara. "Bella, ini makanan kamu." Bak seekor ular yang datang menghampiri pawangnya, Yusak datang dengan santai membawa serta bakso dan minuman pesanku. "Astaga," batinku berkata.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
Angkasa

Angkasa

tak ada jawaban, apa Angkasa sudah pacaran dengan buku? "Ya baper dong," suara Bela menyahut dari arah utara, ia sudah mencari Angkasa di kantin yang sudah ramai dan penuh sesak, apalagi jalannya karena beberapa kios penjual yang memiliki antrian panjang, biasalah makanan yang fresh dan disukai banyak kalangan, harganya juga bersahabat dengan kantong remaja.
85.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
NASI BERKAT

NASI BERKAT

Nasi Berkat 35 "Lihat itu," Mak Siti menunjuk sayuran liar di hadapannya. "Wahh, ini namanya rejeki, Mak. Banyak banget lagi, enak ini kalau diurap, bisa dijual juga!" terang Erna dengan antusias. Membayangkan makan urap esok hari saja sudah membuat Erna meneguk liur. "Iya, enak banget sintrong sama tempuh wiyung diurap, baunya seger banget!" ujar Mak Siti tak kalah semangat.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

Dia lalu minum yang banyak, menghilangan rasa aneh di lidah. "Kasihan Bunda kalau disuruh makan makanan yang seperti ini!" seru Sasi, "Padahal Ayah Ben jago masak, loh." Dia sengaja memanas-manasi. "Sasi." Mentari langsung menegurnya. Perempuan itu lantas beralih pada sang suami yang kini memasang wajah cemberut. "Aku akan tetap memakannya, Ranggi," sambungnya dengan senyuman.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai menyiasati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status