Reinkarnasi Sang Dewa Perang
Awan putih tebal menggantung di bawah kakinya seperti samudra tanpa batas, dan angin dingin berhembus dengan lembut, membawa aroma langit yang segar.
Di depannya, seekor ular raksasa dengan sayap emas yang berkilauan mengepakkan sayapnya perlahan, menciptakan pusaran angin yang lembut tetapi penuh kekuatan. Ular itu tidak hanya besar, tetapi juga anggun, setiap gerakannya seperti tarian yang membelah angkasa. Perlahan-lahan, tubuh ular itu mulai berubah. Sisiknya bersinar seperti pelangi, sayapnya menyusut menjadi mantel bulu yang indah, dan wajahnya menjadi manusiawi.
Hot Chapters