Ah! Mantap Mas Ramli
"Nggak mau! Salah apa siput ini sama ayah, sampai-sampai ayah mau membunuhnya. Coba bayangkan, jika siput ini kepala keluarga seperti ayah, pasti anak dan istrinya nungguin dia di rumahnya, kalau ayah sampai bawa dan memasaknya, pasti anak istrinya pada nungguin, ehh nggak tahunya ayah bunuh, itu tandanya ayah adalah manusia yang kejam dan tega sama binatang lemah kayak siput ini!"
Mendengar kata-kata Nala, Ramli menoleh ke arah Romi. Kedua pria itu sama-sama bingung sambil garuk-garuk kepalanya.
"Ehh Nala, bukan begitu maksud ayah, Nak. Ayah tidak bermaksud membunuhnya tapi ayah, aduh! Gimana ya ngomongnya. Ya seperti kita makan ikan, mana ada ayah membunuhnya, sudah biasa itu, ikan digoren