Malaikat Sayap Hitam-Putih
katanya dingin.
"Apa?", aku menatap pria yang tergeletak di lantai. Dia lemah dan kesakitan, berlumuran darah, napasnya tersengal-sengal. "Kau dengar aku, si pencabik sayap ini mengikuti kita ke sini, mengira kita mangsa yang mudah di bunuh," ayahku mendekatiku dengan senyum yang menjijikkan, "Ayo, Nak! Tunjukkan padaku seberapa setiamu padaku. Ini tidak akan menjadi masalah bagimu, kau sudah pernah membunuh manusia seperti ini sebelumnya, untuk seseorang yang penting bagimu."
Bab Populer