Tafsir Waktu
Kuputar ingatanku lebih jauh sebelum aku mendapat mimpi itu.
Meski telah tuntas tapi kenapa pikiran ini tak bisa jernih. Aku menuangkan segelas air dari atas meja lalu menenggaknya melewati kerongkonganku yang kering. Butir keringat yang menggulir dikepala dan leherku, atau juga sepasang mata merah ini yang memancarkan lemas, lebih disebabkan karena dugaan-dugaan tentang kemungkinan terpelik yang akan dialami; "apa lagi setelah ini, mungkinkah ada yang lebih buruk. Ah, kuharap tidak, batinku bergejolak, semoga bisa berdamai. Tapi, jika bisa berdamai.
Hot Chapters