Ifat
Begitu pulasnyakah aku tertidur sehingga aku tidak bisa membedakan antara mimpi dengan kenyataan?
Begitu lelapnyakah aku sehingga mengalami mimpi, lalu di dalam mimpi itu aku bermimpi lagi? Begitu terus berkali-kali sehingga ketika aku terbangun, aku masih berada di dalam mimpi?!
Turun di bandara Juanda, Surabaya, aku berjalan dengan langkah yang sedikit gontai, sembari sedikit menundukkan kepala, dengan maksud menyembunyikan wajahku dari para penumpang yang satu pesawat denganku tadi dari Jakarta.
Hot Chapters