Teror Berdarah
"S-saya takut kita ti-tidak berhasil, ta-taku bila aksi kita me-membahayakan orang banyak. Ba-bagaimana kalau target o-orang jahat itu sudah habis, na-namun, kedatangan kita me-mengacaukan segalanya?"
"Nah! itu yang aku maksud!" serobot Dovis, "gimana kalau orang di balik kejahatan ini bukan orang biasa? Pasti luar biasa, 'kan? Lihat aja hasilnya kayak apa. Semisal, nih, kita ikut campur, terus targetnya malah nambah jadi orang-orang tersayang kita. Padahal sebelumnya dia nggak netapin itu sama sekali, kan, kita juga yang menyesal."
Membuang napasnya kasar, Malilah menyenderkan punggungnya ke kursi. Melipat tangan, perempuan itu mengangguk. "Iya, bahaya. Aku cuma punya Ayah, sama kalian."
Bab Populer