Dari Menantu Tertindas, Bangkit Jadi Designer Papan Atas
Ia menatap dirinya sendiri dan bergumam, "Apa aku kelihatan terlalu niat? Atau terlalu berlebihan? Nggak, mungkin aku akan terlihat terlalu berharap. Tapi... bukannya aku memang berharap? Ya Tuhan..."
Frustasi, Reihan menjambak rambutnya sendiri, kemudian mulai menarik satu per satu baju lengkap dengan gantungannya, sebelum meletakkannya di atas tempat tidur. Tak lama, kamar itu berubah menjadi lautan kain: kemeja linen, blazer tipis, jaket bomber, dan bahkan batik semi formal yang entah kenapa ikut terpilih.
"Oke, kalau aku pakai ini, aku kelihatan dewasa. Seperti seorang kepala sekolah dalam rapat wali murid," ujarnya sambil berdecak dan melemparkan kemeja itu dari hadapannya.
Hot Chapters