Wanita Kedua
Dina tahu pernikahan adalah medan perang dengan banyak musuh yang akan datang, bahkan musuh bukan hanya akan datang dari luar tapi bisa juga dari diri sendiri, karena pernikahan adalah bersatunya dua kepala yang memiliki latar belakang yang berbeda.
Bertahun-tahun yang lalu dia juga merasa seperti ini, sepi dan sendiri, meski ada Bu Rahmi, ibu panti yang baik hati itu, tapi tetap saja dia merasa sendiri karena Bu Rahmi juga banyak memiliki anak asuh dan tidak setiap saat bisa didekatnya.
Saat malam dia bermimpi buruk, dia hanya bisa memluk guling sambil memcamkan matanya dengan erat mencoba membayangkan saat-saat indah dalam hidupnya yang teramat minim.
الفصول الرائجة