Ifat
“Kamu dulu sudah mengikhlaskan dia, kan? Maka sekarang, untuk apa kamu pikirkan lagi? Menurut Kakak, siapa pun wanita berbaju biru di dalam mimpi kamu itu, maka dialah yang dipilihkan Tuhan untuk menjadi jodohnya Ifat, dan maaf, sepertinya itu bukan kamu..,”
Aku memasuki areal mall SKA dengan degup jantung yang tak keruan. Aku cemas, dan juga bingung akan bersikap bagaimana nanti berhadapan dengan Anggun, seorang wanita yang telah bertunangan dengan lelaki lain.
Lagi pula, tanda tanya besar di dalam kepalaku ini juga tak kunjung mendapat jawaban. Untuk urusan apa dia memintaku bertemu, yang jika aku tidak mengabulkannya ia akan nekad bunuh diri?
Hot Chapters