Istri Ke-4 Tuan Tanah
Siti beberapa kali menarik napas, menenangkan degup jantungnya sendiri, Prapto terlihat begitu tampan siang ini.
Prapto terkekeh, “Ya, pembeli di pasar hari ini lebih sibuk dari biasanya, mereka menawar terlalu murah, jadi aku tak ingin melepas sapi itu begitu saja. Oiya, kamu hanya memesan minuman rasa mangga ini?” di atas meja hanya ada perasan mangga berwarna kuning pekat, gelas yang berisi separuh, sepertinya memang benar Siti sudah menunggunya sejak tadi.
Siti mengangguk, “Aku rasa tidak akan enak kalau minum sendirian.”