Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
You're My Mirror

You're My Mirror

Jika benar, apa yang harus Bara lakukan? "Huft!" Bara menghembuskan nafas dengan bibir yang sengaja dimajukan. Mau bagaimana lagi, bukankah takdir berjalan atas mau-Nya? "Setidaknya diriku pernah berjuang ...," imbuhnya, mengcopy lirik lagu 'Tak Pernah Ternilai' dari Last Child, tanpa nada.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
ISTRI SIRI TENTARA  ALIM

ISTRI SIRI TENTARA ALIM

Lagu akustik di latar belakang terdengar lebih lirih. "Ini hanya lamaran pertamaku, Mir. Maukan menikah denganku?" Mira membeku.
1046.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

Dia menghela nafas. "Emm, jika kau mau, kau bisa menaiki aku?" Irisha mengangkat kepalanya, wajahnya sedikit memerah. Dia adalah gadis yang berumur sembilan belas menuju dua puluh tahun. Dia merasa istilah 'menaiki' disini terdengar sedikit ambigu di teliganya. Astaga, dia harus mengurangi membaca bacaan yang mengandung konten seperti 'itu' jika di masih bisa kembali ke dunianya.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
Behind The Heirs (Indonesia)

Behind The Heirs (Indonesia)

Mira meludah di samping kanan Jane. Jane memejamkan matanya sekilas untuk sedikit meredam emosinya. "Aku bukan jalang," lirih Jane. "Bukan jalang? Lalu apa? Pelacur? Perempuan penghibur? Perempuan perusak rumah tangga orang? Atau perempuan perebut suami dan anak orang? Mana yang lebih cocok untukmu?" Mira kembali tertawa mengejek. Jane semakin geram setelah mendengar serentetan kalimat tidak bermoral yang diucapkan Mira barusan.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
Menyelamatkanmu (Sebelum Kelahiran)

Menyelamatkanmu (Sebelum Kelahiran)

*** Mira telihat menangis melihat Sira dengan tega melukai perasaannya, hatinya sesak kala sang sahabat mengungkapkan isi hatinya didepan banyak orang. Sfx : Tap... Tap... Tap... Langkah kakinya yang semakin cepat membuat ia tak bisa berpikir dengan jernih. 'Apakah tindakannya kali ini telah melukai perasaan Sira?' Sejak awal Mira tak memiliki perasaan apapun terhadap Sira karena segenap hatinya telah ia berikan kepada miko Hasun(tunangannya) Dalam lamunan ia melihat cahaya rembulan yang begitu terang. Air matanya terus menetes membasahi dikedua pipinya.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
MARI KITA BERPISAH

MARI KITA BERPISAH

Ia mendiamkanku. “Sha, aku ….” Shabira bangkit. Berdiri sebentar lalu menatapku lekat-lekat. Mungkin ia akan mengamuk sekarang. Puluhan tamparan kurasa pantas ia labuhkan di pipiku. Dugaanku meleset, Shabira tidak melakukan apa-apa. Mulutnya terkunci sempurna. Aku bahkan tak dapat mendengar desis halus napasnya dari jarak yang sedekat ini.
9.619.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Mira dengan marah memandang Surya sambil berkata dengan suara nyaring, "Surya, kamu sudah keterlaluan. Kamu sendiri nggak punya kemampuan jadi mengira orang lain sama denganmu. Sungguh konyol. Cepat minta maaf pada pacarku." Surya melirik pria asing itu. Saat ini, pria asing itu memandang Surya dengan sorot mata kejam. Sudah jelas, dia mengerti bahasa Aerovia. Surya memandang Mira yang marah besar dan berkata dengan perlahan, "Apa kamu sungguh nggak bersedia percaya?" "Apa yang harus kupercayai? Percaya omongan seorang pecundang sepertimu?" balas Mira dengan kesal.
9.9392.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.2K kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Dan kalimat itu — sederhana tapi jujur — menjadi doa yang menggema di hati Laras dan Reza lama setelah Mira pergi. --- Keesokan paginya, Mira melangkah ke gerbang Rumah Cahaya. Langit biru muda, udara segar setelah semalam hujan turun. Sebelum pergi, ia menulis satu kalimat di dinding kayu ruang utama, tepat di bawah surat Rani: > “Aku pernah datang ke sini sebagai seseorang yang hilang. Kini aku pulang — bukan ke tempat, tapi ke diriku sendiri.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
Tunduk di Bawah Cengkraman Sang Alpha

Tunduk di Bawah Cengkraman Sang Alpha

Lyra berjalan perlahan dan membuka pintu. Lady Mira berdiri di sana. Gaun tidur sutra putihnya berkilauan tertimpa cahaya obor, membuatnya tampak seperti malaikat salju yang murni. Di tangannya, ia membawa sebuah baki perak dengan dua cangkir porselen yang mengepulkan uap aroma teh melati. "Boleh aku masuk?" tanya Mira dengan senyum tipis. Senyum itu terlihat sangat tulus, tipe ketulusan yang justru membuat bulu kuduk Lyra meremang.
478 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
Menaklukkan Hati Sang CEO Jutek

Menaklukkan Hati Sang CEO Jutek

Mira menatap sinis ke arah Kiara dan wajahnya sekarang benar-benar menunjukkan bahwa ia tidak suka akan pemandangan didepannya ini. “Jadi karna ini kau menolak ajakanku?” tanya Mira kepada Dylan. “Walaupun Kiara tidak pergi bersamaku, aku pun akan tetap tidak akan datang bersamamu.” jawab Dylan cuek yang membuat Kiara tertawa senang. Kiara memajukan langkahnya mendekati Mira. “Satu kosong. Senang sekali melihatmu kalah lagi.”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai miraie lyrics
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status