Ifat
Oh, ternyata, dia menangis!
“Kamu kenapa, Mira?” Tanyaku ingin tahu.
Mira tidak menjawab. Hanya isak tangisnya saja yang aku dengar.
“Mira,” bisikku lembut di telinganya. “Kamu kenapa?”
Mira terus saja menyurukkan wajahnya di dadaku, mendesak kanan dan kiri seperti ingin membaui aroma keringatku.
“Aku cuma, aku cuma.., bahagia, Fat.” Kata Mira di antara isakannya.
Hot Chapters