Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

Grace memejamkan matanya rapat. Mendapat tepukan di wajah membuatnya merasakan kantuk. Makeup artists itu mengaplikasikan bedak pada wajahnya. Kiranya, sudah hampir satu jam ia duduk dikelilingi MUA dan hairstyles, pantatnya sudah cukup panas. Bagian yang tidak terlalu ia suka saat akan menjalani pemotretan adalah bagian make up yang harus berjalan lama. Menurutnya, natural atau tidak, sama-sama lama.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Justin mengepalkan kedua tanganya dan menatap lurus, dengan deru napas kasar. Pembawa acara, mengambil mikrofone dan berkata "Barang lelang kali ini Ada kalung liontin permata biru, yang terbuat dari giok dan berilan." Sebuah kain penutup di buka. Kilauannya memantulkan cahaya. “Harga dimulai dari tiga miliar.” Justin terpaku sesaat. “Tiga dua.” jackob berkata sambil mengangkat papan nomor. “Tiga emat.” sambung yang lain.“Tiga tujuh.”kata pria berkaca mata. Justin masih terdiam mengamati, Jackob terkekeh, lalu kembali mengacungkan papan nomornya. “Lima miliar.” sambung Jackob, lalu menyunggingkan seulas senyum.“Apakah ada yang lebih tinggi, dari nomor dua?” dengan percaya dirinya Justin berk
792 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Playboy Tajir

Gairah Liar Playboy Tajir

Dia sudah rindu pada sugarbaby-nya yang imut-imut dan ingin segera bertemu lagi dengan Alice. Satu per satu komponen make up terpulas rapi di wajah Matthew dan merubah wajah tampannya menjadi cantik. Tangan Itang begitu sibuk memoles kelopak mata, pipi, dan bibir seksi Matthew. "Aahh ... it's done, Beibeh! Coba ngaca dulu, karyanya Itang selalu cetar dan tjakeeeepp!" puji Itang pada dirinya sendiri seraya menyerahkan cermin bulat berdiameter 20cm ke tangan Matthew.
10258.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.1K kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

"Lihatlah pakaiannya, meskipun mahal dan bagus jika di pakai olehnya sungguh tidak pantas! Ishh benar-benar tidak pantas!" Mata Mawar sudah berkaca-kaca, tangannya meremas gaun yang sedang di pakainya. Apa yang salah dengan penampilannya? Mungkin karena dia tidak memakai makeup atau mungkin karena kacamatanya ini. Mawar tidak tahu cara memakai makeup dan jika dia melepas kacamatanya dia tidak bisa melihat dengan jelas, belum lagi heels tinggi yang sedang dia pakai mengharuskannya berhati-hati dalam berjalan. "Percepat langkahmu, bodoh!"
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

Lantaimya berkeramik putih, beberapa ornamen ukiran Jawa yang digantung di dinding depan, membuatnya nampak apik dan unik, terlihat sekali memiliki nilai ketertarikan tinggi pada seni. Pintu bergerak Ibu Lina nampak dari baliknya, masih menggunakan ciput dan terlihat habis salat isya. "Ibu kami datang untuk minta maaf," ucap suamiku. "Hmm, begitu ya ...." Wanita paruh baya itu nampak sinis namun tak urung membukakan pintu. Dia tak mampu menyembunyikan ketidaksukaannya pada aku namun kenyataannya aku adalah menantu, jadi, tak akan baik mengusirku.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

“Kak, sebenarnya kondisi penyumbatan saluran ASI-mu nggak terlalu buruk. Pasti akan lancar setelah dipijat beberapa kali.” Mungkin karena suasana agak canggung, Jeff pun tidak lupa berbincang denganku sambil memijat. “Benarkah?” Mendengar suaranya yang lembut dan ramah, meski aku masih merasa sangat canggung dengan sentuhan pria asing, diriku sudah merasa jauh lebih baik. “Harus dipijat berapa lama?” “Satu rangkaian terapi, sekitar satu minggu.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
Sugar Mommy Amatiran

Sugar Mommy Amatiran

“Padahal portofolioku belum banyak juga.” “Kau lupa?” tanya Kira dengan kedua alis yang dinaik turunkan. “Kemarin itu UniLove sudah merilis kaos yang ada fotomu. Mereka katanya melihat dan berpikir kau cocok dengan salah satu produk Beauty Lab.” “Oh, God. Luar biasa, tapi menyebalkan juga. Kenapa harus dapat pekerjaan dari Damian lagi?” keluh Aju masih tidak merasa nyaman dengan lelaki itu.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

POV Dewa Kulajukan mobilku dengan kecepatan sedang. Tak lupa aku mampir ke sebuah toko kue Abanda di sebuah mall. Zahra sangat menyukai brownies kukus dari toko kue itu. Dia pasti senang aku bawakan makanan kesukaannya. Hatinya pasti akan tersentuh. Ah, rasanya sudah tidak sabar ingin kembali memiliki wanita cantik itu. Betapa bodohnya aku telah mengabaikan sebuah permata demi seonggok sampah.
9.6289.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Tidak, tapi terlalu dekat! Mungkin baru kali ini aku bisa mengamati wajah Eros baik-baik. Aku baru menyadari jika mate Jessy ini memiliki paras yang benar-benar sempurna. Rambut coklatnya sangat pas dengan warna kulitnya yang sedikit pucat. Tulang rahangnya yang kokoh dan hidung mancungnya sangat cocok di wajahnya. Begitu juga bibirnya yang berwarna merah dan sepasang mata ambernya, membuatnya terlihat semakin manis dan juga berwibawa.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
Pacar Toxic

Pacar Toxic

Tak ingin mendapat masalah, buru-buru aku menonaktifkan benda pintar itu, agar tak menganggu meeting kali ini. "Saya mau yang ini." Pak Maher menunjukkan gambar yang dia pilih, "tapi saya mau bahannya dari jati kualitas P, lepas mata, dan lepas alur minyak, bisa?" ucap Pak Maher, dia menatapku seolah meragukan kemampuanku. "Bisa Pak, saya akan menghubungi pengrajin, agar membuat sesuai pesanan Bapak," jawabku yakin. "Tolong dipastikan semua furniturenya selesai tepat waktu, dan sama persis seperti yang saya sebutkan tadi. Saya tidak mau dikecewakan," ucap Pak Maher tegas, tak mau dibantah.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai mist maker 12 mata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status