Barraberee
“Sudah habis. Tadi Dedek baru beli di mini market. Sepertinya ketinggalan di mobilnya Om Barra. Tolong ambilkan, ya.”
“Dasar, kamu ini.”
Setelah aku sudah masuk kamar mandi, sementara Mama mengambilkan pembalutku di mobil Om Barra, aku pun memilih untuk bebersih dulu.
Astaghfirullah! Sejak kapan darah haidku tembus rok seragam? Jangan-jangan dari waktu aku duduk di depan mini market tadi. Astaga! Pantas saja sepertinya Om Barra tadi kelihatan aneh waktu aku lihat dia mau menggendongku masuk ke rumah. Seperti mencari posisi yang pas supaya tangan dan pakaiannya tidak kena darah haidku. Dan dia tidak bicara apa pun ke padaku.
Hot Chapters