KEMBALINYA SANG RATU
Langit malam itu menganga seperti luka bakar raksasa, memuntahkan cahaya merah tembaga yang mengecat wajah bumi menjadi palet duka. Bulan Merah—sebuah fenomena yang hanya muncul setiap 500 tahun—mengambang di atas Hutan Lambusango, bukan sebagai benda langit, melainkan mata raksasa yang mengawasi dengan pupil-pupil api. Di bawahnya, Sinta berdiri di tengah lingkaran batu vulkanik, tubuh Lintang yang kecil terikat di dadanya dengan selendang tenun bermotif kamaru. Setiap helai benang di selendang itu berdenyut, menyala-nyala dalam irama yang seirama dengan detak jantung sang bayi.