Rahasia Panas Cinta Terlarang
Lantai-lantainya terbuat dari keramik putih, dan setiap kamar ditandai dengan nomor yang tertempel di pintu kayu.
Setelah beberapa langkah, Rafiq berhenti di depan sebuah pintu bertuliskan *Kamar 12*. Ia mengetuk pelan pintu itu.
“Ini kamar kita,” jelas Rafiq sambil membuka pintu perlahan. Di dalam, terlihat beberapa tempat tidur sederhana dengan kasur tipis dan lemari kecil di sampingnya. Dua orang santri sedang duduk di atas tempat tidur, masing-masing memegang kitab.