PELUKAN BERDARAH
Aku menghela napas panjang, mencoba menenangkan diriku.
Perlahan, aku bangkit, menatap pintun sejenak, dan membukanya.
Di sana, Mama sudah berdiri, menatapku dengan wajah khawatir penuh kasih.
Tanpa banyak kata, aku mundur perlahan, memberi ruang agar beliau masuk.
"Sayang, jangan dengarkan dia, ya. Mungkin Arya sedang... mabuk sesaat. Hapus air matamu, itu pasti—"
Hot Chapters