Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Delta yang Terpilih (She-wolf Sequel)

Delta yang Terpilih (She-wolf Sequel)

jujur saja, jantungku sampai berdebar terlalu kencang saat Mom memelototiku. “Kau baik-baik saja?” tanya Mom. Beliau hanya melihatku yang terjatuh tanpa berniat membantu. Juga, pandangannya berubah menjadi polos. Ke mana tadi pandangannya yang menusuk dan memelototiku itu?
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Aku menghela napas panjang, mencoba menenangkan diriku. Perlahan, aku bangkit, menatap pintun sejenak, dan membukanya. Di sana, Mama sudah berdiri, menatapku dengan wajah khawatir penuh kasih. Tanpa banyak kata, aku mundur perlahan, memberi ruang agar beliau masuk. "Sayang, jangan dengarkan dia, ya. Mungkin Arya sedang... mabuk sesaat. Hapus air matamu, itu pasti—"
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

"Di sana." Mata bulat Banyu terlihat bingung karena begitu banyak yang bisa kami lihat. Sampai ia menoleh padaku yang memperhatikan wajah bulatnya ini. Wajah bulat yang sudah tahu bisa seburuk apa perilaku seorang ibu.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 644 kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
Only Look At Me

Only Look At Me

Ken yang mendapat pertanyaan dari sang mommy segera mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menghadap pada mommy, “Si cerewet sedang mandi mom,” jawabnya dengan datar. Mendengar jawaban datar dari sang putra, mom Nia berjalan dengan cepat menghampiri sang putra sembari memukul lengan kekarnya dan mencubit perutnya dengan gemas, “Son, kau itu sangat datar seperti jalan aspal dan kaku seperti batu beton. Apa kau itu tidak bisa sedikit saja menjawab dengan nada yang menyenangkan ?” sinis mom Nia.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Tua Suamiku Hamil

Ketika Istri Tua Suamiku Hamil

Mama yang kini sudah berdiri di hadapan kami tampak sangat emosi. Sama halnya dengan ekspresi wajah Mas Deni, yang senantiasa selalu ikut menemani Mama. Aku sangat ketakutan melihat reaksi Mama, berteriak histeris seperti itu. Namun, pandanganku kembali tertunduk saat tak sengaja memergoki mata Mas Deni sedang menatapku dalam.
1067.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
Tunggu Pembalasanku, Mas!

Tunggu Pembalasanku, Mas!

Lihat saja! Aku menatap Mama, memberikan kode lewat tatapan mataku, tapi Mama justru menggeleng, mengisyaratkan agar aku diam. Apa aku tidak boleh protes? Bersambung
1034.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 697 kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

Apakah Kakeknya bisa melihat masa depan ? POV Renata. "M-Ma ?" panggilku lirih. Mama terlihat terkejut melihatku, tampak ekspresi lega dan sedih saat bersamaan dari wajahnya. "Kamu sudah sadar Nak ? hikss." Tanya Mama sedih sambil memegang tanganku.
8.9356.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai mother look at me
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Bangfanstory
Saya sudah baca GGAP sampe The Last GGAP dan sekarang lgi proses The Next Sanjaya. Tapi kok saya harus buka kunci Per Bab nya ulang ya. pdahal saya sudah baca semua nya, Parah nih Authornya pdahal dlu saya penggemar Novelnya Sutan Sati sampe semua novel nya sudah saya baca sampe slesai sumpah kecewa
TiSu
suka sama ceritanya. Cerita remaja tapi diselipin peliknya masalah yang sangat serius. gak main2 masalah negara .... Btw kenapa bnyk yg protes koin yak. Yang kuketahui KOIN itu bukan penulis yg menentukan, melainkan tulisannya. Dalam arti KOIN dihitung sesuai jumlah kata, betul kan, Thor....
Baca Semua Ulasan
DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU

DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU

Cepat aku berbalik badan dan meraihnya di atas meja kecil samping tempat tidur. "Mama? " gumamku seraya membenahi posisi, sampai aku terduduk dan bersandar di headboard kasur. Aku menarik layar ke atas, menerima video call dari Mama. "Iya, Ma?" sapaku di mana layar ponsel menampilkan wajah cantik Mama yang sepertinya berada di ruang televisi rumah. "Chi, maaf mama ganggu kamu, tapi mama cuma pengen tahu keadaan kamu dan Fahad di sana," ucap Mama yang saat malam hari wajahnya selalu make up-free.
9.998.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Toh ini masih benar-benar awal. “Mami, itu Mami?” Angkasa yang tadinya sedang duduk sambil belajar itu kini menoleh untuk menatap ibunya dan dia dengan lebar tersenyum melihat ibunya di layar televisi. Meskipun dia sudah sering melihat itu, tapi bagi bocah kecil itu adalah sebuah kebanggaan bisa melihat ibunya di layar kaca lagi dan lagi. “Angkasa senang Mami ada di televisi?” Almeda yang bertanya.
8.8155.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
Penyesalan Suami yang Terlambat

Penyesalan Suami yang Terlambat

Sekali lagi aku menghela nafas panjang sembari memejamkan mataku sekilas, sebelum akhirnya aku memberanikan diri melihat wajah Mama dan mengangguk samar. Mata Mama seketika membeliak dan cengkraman tangannya di kedua bahuku melemah. Beliau tampak menatapku nanar selama beberapa saat, hingga kemudian tetes demi tetes cairan bening hangat perlahan berjatuhan dari kedua pelupuk matanya, membasahi pipinya yang mulai mengendur karena termakan usia. Tangan Mama pun lunglai bersamaan dengan airmatanya yang mengalir deras. "Bagaimana bisa?" gumamnya dengan suara serak dan agak tertahan.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai mother look at me
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status