Gadis Tanpa Ingatan
“Kau bilang kau menulis potongan ingatan di buku kecil itu. Apa ada sesuatu yang tidak mungkin diketahui Nadine? Sebuah detail kecil, yang hanya bisa diingat oleh Amara asli?”
Raina terdiam, lalu mengangguk pelan. Ia bangkit, berlari ke kamarnya, dan kembali membawa buku catatan lusuhnya. Membuka salah satu halaman, ia menunjuk pada sebuah kalimat:
Di taman belakang, ada pohon flamboyan yang ayah tanam untukku. Ia bilang, jika suatu hari aku hilang, pohon itu akan menjadi penanda bahwa aku selalu punya rumah untuk kembali.
Hot Chapters