Pembalasan Sang Dokter Jenius
Yang ia lihat hanyalah pemandangan paling gila dalam hidupnya: seorang pemuda kurus, seorang OB baru, dengan santainya meletakkan tangannya di atas sebuah artefak terkutuk yang telah membunuh seorang ahli spiritual.
Setelah beberapa detik yang terasa seperti keabadian, Joko menurunkan tangannya. Ia lalu dengan entengnya mengangkat lukisan besar dan berat itu dari paku penyangganya, seolah benda itu tidak lebih berat dari sebuah papan tulis kecil.
Adam hanya bisa melongo, mulutnya terbuka tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Joko meletakkan lukisan itu dengan hati-hati di lantai, dengan posisi gambar menghadap ke bawah.