Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mate

Mate

Benar-benar begitu menyejukkan. Kami menuruni jalan mengarah ke sebuah papan yang ada bertuliskan ‘Puncak Becici’. Tapi, kami tidak ke arah situ. Mas Wira berbelok ke kiri ke arah sebuah ayunan putih. Dia duduk di ayunan tersebut, dan menepuk tempat di sampingnya sebagai kode untukku duduk di sampingnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Bentak Andi dan menendang wajah Miftah. Lulu, Maura dan Arinda, semua menjerit melihat kebrutalan Andi yang menyerang mIftah dengan membabi buta. Tak memberikan celah sedikitpun kepada Miftah untuk melawan. Jangankan untuk melawan, untuk menarik nafas saja, Andi sepertinya tidak memberinya kesempatan. Pergulatan panas itu terhenti saat Arinda tiba-tiba berlari dan melemparkan vas bunga kaca tepat di kepala Miftah.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
Koloni Betaverse
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

kata Colin dalam telponnya. "Tapi...astaga! Kupikir yang namanya Bety itu adalah seorang wanita yang cukup cantik. Tapi ternyata yang datang adalah seorang makhluk jadi-jadian yang mengerikan!" batin Manda terkejut. Bagaimana tidak? Ternyata Bety adalah seorang pria yang berpenampilan seperti wanita.
855 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

POV Dewa Kulajukan mobilku dengan kecepatan sedang. Tak lupa aku mampir ke sebuah toko kue Abanda di sebuah mall. Zahra sangat menyukai brownies kukus dari toko kue itu. Dia pasti senang aku bawakan makanan kesukaannya. Hatinya pasti akan tersentuh. Ah, rasanya sudah tidak sabar ingin kembali memiliki wanita cantik itu. Betapa bodohnya aku telah mengabaikan sebuah permata demi seonggok sampah.
9.6289.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 49 LAST EPISODE G Oleh: Kenong Auliya Zhafira Pria yang ingin melibatkan apa pun yang ada di konter sebagai sarana bagian dari kejutan itu berbalik, lalu menjelaskan apa yang terbayang dalam benaknya. "Jadi, begini. Nanti, ponsel second yang ada di etalase dinyalakan semua. Aktifkan senter dan masukkan ke botol minum plastik. Lalu bentuk lambang hati di sini. Kita akan berada di dalam lambang itu saat mereka datang. Nanti minta Malik menutup mata mereka. Setelah kedua wanita itu melihat kita, kita bergantian mengatakan apa maunya kita. Gimana?" terang Alsaki sebagai pemilik ide yang cukup menghemat biaya.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Plak Kepala Nico berpaling ke samping saat tamparan Mawar mengenai rahangnya, dia terkekeh lalu menatap Mawar dengan bengis. Bugh Bugh Mawar menghantamkan kedua kepalan tangannya pada dada Nico, memukulnya dengan membabi buta. "Brengsek!" Teriaknya, semakin lama pukulannya semakin melemah, dia menangis lalu badannya meluruh ke tanah, tangisannya semakin meraung saat kedua netranya melihat Fabio terluka parah dan sedang bertahan hidup di sana.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

sahutnya yang kupikir tadi sompret ini tidak mendengar gumamanku. “Enggak kok.” Aiman sudah memarkirkan mobilnya di basement supermarket. Aku dan Gala turun lebih dulu dan Gala sudah heboh menunjuk sebuah arena permainan indoor yang disediakan supermarket terkenal ini. “Kak Mela berani naik itu enggak?” tanya Gala sambil menunjuk roller coaster yang baru saja keluar dari gedung lalu masuk lagi dengan kecepatan tinggi. Aku sebenarnya juga penasaran, tapi kok yah ngeri-ngeri sedap.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

Dia sudah menduga dari awal kalau kehadiran Alex akan merusak bulan madu mereka. Pertandingan dimulai. Masing-masing dari mereka tampak meluncur dengan tenang karena medan yang paling atas masih berupa salju yang landai, sampai Agni menjerit histeris karena mereka melewati daerah yang dipenuhi oleh bebatuan cadas yang lancip. Untung saja baik Alex dan Dani berhasil melintasinya dengan baik. Agni bisa menghela nafas dengan lega.
9.9208.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Tubuh lelah yang seharian tidak dibiarkan beristirahat itu, kini terbaring pasrah di atas ranjang pengantin yang penuh dengan hiasan kelopak mawar merah. Ceklek. Matanya terbuka meski tubuhnya tidak melakukan gerakan yang berarti, “Mandilah. Aku tidak akan menyentuhmu malam ini.” Tidak ada jawaban, hanya terdengar langkah teratur dan pintu kamar mandi yang terbuka, tak lama
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai muka bete
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status