Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
JandA

JandA

Ucap Melda lirih. "Saya orang yang perhitungan, Nona Melda! Saya tak mau perusahaan ini mengeluarkan uang percuma hanya untuk menggaji atasan yang tak becus dan pandai mengurus karyawannya! APA KALIAN SEMUA DENGAR ITU! AKU, ALINE ANDERSON, PEMILIK SEKALIGUS PEMIMPIN ALINE PUBLISHING AKAN SEGERA MEROMBAK SEMUA KEPALA DEPARTEMEN YANG ADA DI PERUSAHAAN INI!"
105.2K viewsOn holdAdded to Library 208 Times as muka julid
Read
+Library
Salju Turun, Kita Tak Menua

Salju Turun, Kita Tak Menua

Mataku terasa basah, lalu tiba-tiba tersenyum di sela air mata. Musim panas telah tiba. —TAMAT—
2.3K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as muka julid
Read
+Library
Kedai Juni & Juli

Kedai Juni & Juli

“Gimana ceritanya sih Jun sampai lu bisa babak belur kayak gini?” Juni nampak meringis, lukanya terasa perih setelah diberikan obat oleh Zalma. “Tar aja deh gue baru cerita, masih sakit ini.” “Tapi lu tahu kan siapa yang mukulin lu? Maksud gue, lu kenal kan sama orangnya?” “Gue sih gak terlalu kenal sama orangnya.” “Loh kok bisa gak kenal terus dipukul? Lu nyenggol mobil dia? Apa lu nyalip dia?” Juli masih pantang menyerah.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 231 Times as muka julid
Read
+Library
Mas Duda Nyebelin

Mas Duda Nyebelin

ujar Keenan sambil menepuk jidatnaya. "Hai, Ra.." Lucia bangkit dari duduknya, ia berjala menghampiri Heera dan mengecup pipi Heera kanan dan kiri secara bergantian. "Maaf banget tante jadi kelamaan nunggunya, jalanan kalau sore macet tak terkendali." kata Heera tak enak hati.
9.8325.6K viewsCompletedAdded to Library 10.1K Times as muka julid
Read
+Library
LUKA

LUKA

Jijik, ya, menjijikan menurut Nara. Iba? Tentu!! Nara masih memiliki hati seputih salju hanya saja mengingat malam itu, suara menjijikan dan juga perbuatan tidak senonoh mereka membuat hatinya menggelap. Nara seolah menulikan kuping dan menutup rapat mata untuk melihat tangis Intan.
87.8K viewsOngoingAdded to Library 312 Times as muka julid
Read
+Library
Membungkam Mulut Tetangga Julid

Membungkam Mulut Tetangga Julid

ucap Manda dengan semangat empat lima. “Dih, asik dari mana. Dah ah, yuk, cabut. Keburu siang entar. Malah ngobrol nggak habis-habis,” pungkas Dewi menyudahi obrolan ngalor ngidul dengan temannya. “Kapan-kapan Gue maen ke tetangga Elu ya, Dewi?!” Dewi masih mendengar teriakan Manda saat ia mulai menyalakan mesin motor. Ibu dari Sultan itu hanya mengibaskan tangan.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as muka julid
Read
+Library
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Tetapi, lelaki itu malah menampilkan wajah ketakutan. "Aku bisa saja memberimu sianida, Mbak. Tapi, itu cara murahan. Akan kubalas semua dengan cara elegan, karena aku lebih terhormat dari pelakor sepertimu," terang Ayu dengan mengehentakkan tangan Sari dari genggamannya. Ayu kembali duduk dan mencoba bersikap tenang. Lima orang yang duduk di sana menatap tak percaya pada wanita itu.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as muka julid
Read
+Library
TUMBAL UNTUK MADUKU

TUMBAL UNTUK MADUKU

Huwek Huwek Huwek Mama Elly memuntahkan isi perutnya di atas lantai. Bi Ina yang saat itu berada di luar, langsung masuk ke dalam dan melihat muntahan mama Elly di sana, sementara itu yang membuat bi Ina tidak bisa menahan rasa mualnya, ketika melihat belatung begitu banyak berkerubung pada potongan daging soup yang dibawa ole Arkan. "Ina, tolong bantu aku keluar dari sini, aku sudah tidak tahan mencium bau busuk di sini," titah mama Elly menahan dadanya dengan satu tangannya.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as muka julid
Read
+Library
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Morgu merendahkan pria di depannya. Yang mau lihat visual bisa kunjungi I* author @Ann_sahara atau F* Ann Sahara pardosi
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 682 Times as muka julid
Read
+Library
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

jawab Pak Ali Akhir. "Karena itulah, Pak, makanya benjol ini," kata Bang Torkis. "Tapi Ucok sudah memukul KO jagoan mereka," "Siapa itu?" "Yang namanya Haikal," "Wah, dia petarung, tiga kali naik ring belum terkalahkan, aku penggemar MMA," kata Pak Ali Akhir. "Sudah kalah dibuat si Ucok," "Wah!" Setelah puas di Monas, kami semua lanjut cari makanan. Karena banyaknya kami, sampai tidak muat di satu rumah makan. Terpaksa dibagi di tiga rumah makan.
1080.2K viewsOngoingAdded to Library 3.1K Times as muka julid
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status