MAWAR
puji Nico.
Semburat merah langsung saja muncul di kedua tulang pipi Mawar yang menonjol indah, "jaga ucapan kotor mu itu Nic, atau kau tidak akan mendapatkan apa-apa dariku," Mawar menghempaskan lengan Nico yang melingkari perutnya lalu dia menyingkap selimutnya, menampilkan tabuh polosnya yang sangat indah di pandang mata.
"Sial!" Nico merutuk, kini kejantannya sudah bereaksi dan siap bertempur kembali hanya dengan melihat tubuh polos nan sintal itu.