Luka Mila
jawab Mila.
“Artinya,” lanjut Mila sedramatis mungkin, “Lo pinter nyembunyiin sesuatu.”
Mata Mila menyipit menatap pria itu. “Bener ngga?”
Riven menarik tangannya pelan dari genggaman Mila, masih dengan senyum tipis yang Mila sebenarnya takut untuk mengartikan.
“Gue yang pinter nyembunyiin,” ujar Riven, “atau lo yang perlu belajar lagi baca orang, Mil.”
Hot Chapters