Kafan Hitam
Ramdani Abdulgambar sendirian di malam harirenungan sepertiga malammengayuh sepedaujung jalan
Lagipula siapa Rojali berani bicara seperti itu tentang sahabatnya.
“Sudah saya duga kalau kamu ini aneh, Rojali,” ujar Aep tiba-tiba dengan pandangan merendahkan, “kamu munafik! Kamu pura-pura baik dan suci di depan orang, tapi aslinya kamu jahat! Pantas saja Pak Dede tidak suka sama kamu.”
“Kang,” lirih Rojali dengan tangan yang mulai terkepal.
Aep tak menggubris, memilih berjalan ke arah teras, lantas membuka pintu lebar-lebar.
人気のチャプター