Gerimis Bulan Desember
“Ngadepi cewek kayak kamu harus banyak sabarnya. Aku masih takut dosa, nggak mau kejam ke istriku sendiri. Terserah kamu mau apa.”
“Apa …,” aku terperangah tanpa bisa berkata-kata, nggak bisa balas dia.
“Merpatiku yang cantik,” imbuh Inu sambil tersenyum dan memandang wajahku.
Bentar, aku nggak ngeh. Merpatiku yang cantik, apa maksudnya? Julukanku gitu? Serius dia nyamain aku sama merpati? Aku kan punggawanya Garuda, bukan Merpati. Udah bangkrut juga, gimana sih? Ini membicarakan apa, ya?