Bisikan Tengah Malam
"Aku terus bermimpi tentangmu, Miran. Entah mengapa, dalam mimpi itu, kau memaksaku untuk bermain Hoom Pim Pah..."
Samiran mengangguk, nafasnya tersengal. Dia berusaha terus memandangi Sukemi yang duduk di sampingnya.
"Iya, itu... benar Mi..."
"Aku harus bermain Hoom Pim Pah dengan siapa?"
"Dengan... mereka..."
"Mereka?"
"Mereka... yang pernah ... bermain, Hoom Pim Pah...denganmu dulu..."
"Mereka sudah mati kan?"
Samiran mengangguk,"Mereka... masih bermain menunggumu... permainan itu... belum selesai..."