Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUAMIKU SUAMIMU

SUAMIKU SUAMIMU

“Kamu dari mana, Dek? Kenapa teleponku tidak dijawab?” tanya Fuad setelah mereka berdua masuk ke dalam rumah. “Aku membeli ini tadi sebelum pulang. Antrenya lama karena ramai tadi.” Sofia menunjukkan keresek hitam yang dibawanya pada Fuad. “Apa itu?” “Makanan kesukaanmu, sate kambing. Aku tidak masak hari ini, jadi aku membeli sate kambing untuk makan malam kita nanti.”
1013.4K viewsOngoingAdded to Library 334 Times as musa samiri
Read
+Library
Mandul

Mandul

Kedua netranya menatap wajah yang tampan namun mengerikan itu dengan perasaan benci yang kian meluap. "Aku telah menyelamatkanmu dari jalanan. Kau harus berterima kasih akan hal itu," kata lelaki asing itu sembari menelusupkan tangannya dibalik piyama Riri. Senyum lelaki itu kian melebar saat mendapati dua buah gunung kembar milik Riri telah polos tanpa penutup apapun. "Aku ingin merasakan bagaimana tubuhmu. Wajahmu tak buruk juga ya. Sungguh keberuntunganku malam ini." "Tidak! Saya telah bersuami, Tuan. Tolong jangan begini!"
105.1K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as musa samiri
Read
+Library
SUKRAMANGALA

SUKRAMANGALA

Lalu Mora melangkah pergi meninggalkan Christ yang sejak tadi terdiam mendengar semua penjelasan Mora. Christ sadar bahwa wanita yang sudah melenggang pergi itu memaksakan diri untuk berbicara kepadanya. Tatapan Mora sarat akan ketidaksukaan. Mungkin Nora tidak melakukannya karena ia ikut terjun menjadi kelinci percobaan, tetapi Mora tidak mengetahui apa-apa dan masih beranggapan bahwa penduduk Mars buruk. Christ tersenyum senang dan mulai mendekati meja kerjanya lalu melihat data tumbuhan yang ia teliti. “Tanaman Anuma….”
105.7K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as musa samiri
Read
+Library
Sang Abdi

Sang Abdi

Meski sudah beberapa bulan terakhir melakukannya, Kirana tak bosan terus berlatih. Saat sedang melatih pendengarannya, Kirana mendengar bunyi sepeda motor mendekat ke pondok. Dibukanya matanya dan melihat ke arah samping pondok. Seorang lelaki tampan berperawakan tinggi dengan tubuh sedang tengah memarkirkan motornya. Lelaki itu berkulit putih, rambut ikal dengan potongan rapi, dan hidungnya mancung. Tampangnya seperti orang keturunan Arab. Usianya kira-kira sebaya dengannya. "Assalamualaikum." Lelaki itu memberi salam sambil mengangguk ke arah Kirana ketika dia muncul di teras pondok.
9.3211.7K viewsOngoingAdded to Library 5.9K Times as musa samiri
Show Reviews (50)
Read
+Library
Ida
Aq penggemar tlsan2 frank Walau ada benang merah dlm smua tlsan2 nya Tpi setiap crta nya mempunyai setting latar cerita yg psti berbeda Disamping itu dia mengajak pembaca nya utk tidak membaca cepat Sbb plot twist cerita nya sangat kental Semangat frank
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

"Aku terus bermimpi tentangmu, Miran. Entah mengapa, dalam mimpi itu, kau memaksaku untuk bermain Hoom Pim Pah..." Samiran mengangguk, nafasnya tersengal. Dia berusaha terus memandangi Sukemi yang duduk di sampingnya. "Iya, itu... benar Mi..." "Aku harus bermain Hoom Pim Pah dengan siapa?" "Dengan... mereka..." "Mereka?" "Mereka... yang pernah ... bermain, Hoom Pim Pah...denganmu dulu..." "Mereka sudah mati kan?" Samiran mengangguk,"Mereka... masih bermain menunggumu... permainan itu... belum selesai..."
3.6K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as musa samiri
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

tunjuk ibu Hasnah yang membuat Tenri sujud bersimpuh di kaki ibunya. “Maak … maafkan Tenri, Mak … ampuni Tenri. Tenri tidak bisa kawin sama Faisal, Saya yakin kalo mas Tyo yang lebih baik untuk Tenri. Ampuni saya Maak ….” Tenri tunduk mencium kaki ibunya sambil menangis tersedu-sedu. Tyo pun duduk berlutut di samping Tenri, wegdes ibu Hasnah meluncur dengan keras hingga membuat pipi Tyo menjadi memar.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as musa samiri
Read
+Library
SamRann

SamRann

Pagi ini justru diawali dengan pesona senyum manis pak Amir. "Tia, gimana kemarin? Latihan tanpa gue maupun khan?" tanya Rann yang masih dalam posisi duduknya. "Ya gitu deh. Oh ya Rann, kemarin ada anggota baru lagi, cowok," ujar Tiara. " Oh ya?" Rann memutar bola matanya malas. "Iya, namanya sam, Samudra Alvian. Hari ini lo bisa ketemu dia di ruang musik Rann," jelas Tiara.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as musa samiri
Read
+Library
Dara  Amara

Dara Amara

Meyliyani Jessika Maramisasrama daraamara 16oh dara
Dan kemudian, Sebuah suara tusukan terdengar menembus tubuh pria ini. Besi ini masuk melalui anusnya kemudian keluar dimulutnya. Darah hitam keluar dari mulut pria ini. Matanya membesar. Salah seorang berpakaian seperti layaknya ketua adat disitu mengambil sedikit darah itu kemudian mencicipinya. Adara yang sedang menonton hal itu kemudian mengambil sedikit darahnya. "Dia sudah diselamatkan!"
103.6K viewsOn holdAdded to Library 126 Times as musa samiri
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Namun, semenjak Alina murung, Alinka meminta agar Bi Sumi menemaninya sampai benar-benar pulih. Bi Sumi membawakan sup, bubur ayam, ditambah susu, dalam satu nampan penuh. "Non, ayo kita makan, biar Bibi suapi," ajak Bi Sumi, menyodorkan sendok berisi bubur. Alina merasa terharu, air matanya kembali menetes, membuat Bi Sumi menaruh mangkuk dan meminta maaf. "Non, maafkan Bibi sudah lancang," katanya, menundukkan kepala. "Bibi tidak salah, aku hanya terharu saja," ungkap Alina, lalu mengusap air matanya.
929 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as musa samiri
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

"Adek tunggu sebentar ya, Mas panasin dulu!" Walaupun di market place ada beberapa penjual yang menjual makanan serupa, akan tetapi bukan itu yang kuingin. Aku menginginkan ransum jatah Mas Adry selagi ia mengikuti kegiatan militer. Kini, aku baru merasakan betapa cerewetnya orang ngidam. Dulu, sewaktu masih bekerja. Temanku sangat menginginkan ikan samu ( ikan fermentasi dengan garam dan beras tumbuk yang telah di sangrai). Anehnya, ia sangat menginginkan ikan yang langsung diolah oleh orang asli pahuluan. Menurutnya, ikan samu asli pahuluan lebih nikmat. Beberapa saat kemudian, Mas Adry kembali membawa makanan kalengan itu. Ia juga membawakan segelas susu imukal TNI.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as musa samiri
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status