Rahim untuk Anakku
Erlin menyerahkan lembaran brosur kemudian duduk di samping Lady.
Diperhatikannya penampilan Lady dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Uhui, customer kaya ini. Harus beli, pikirnya.
Lady membaca sekilas brosur tersebut. “Semua sudah full furnish, kan?”
“Sudah, Ibu. Ibu bahkan bisa masuk hari ini juga.” Erlin berkata ramah. Bertahun-tahun menjadi marketing officer di bidang property, setahu dia belum pernah ada pembeli langsung pindah hari itu juga. Jadi, nggak ada salahnya mengucapkan kalimat hiperbola seperti itu.