THE SON OF DESTINY
Mereka semua tidak menyukainya.
Lalu tiba-tiba tampaklah, seorang pemuda tampan berpakaian amat indah - bahkan ayahnya yang adalah Kaisar pun tidak pernah memakai jubah seindah ini - dengan kepala bermahkotakan emas dan permata, berdiri di atas paviliun tinggi istana yang jauh lebih megah dari istana manapun yang ia lihat selama ini. Jauh di bawahnya, ribuan orang, bahkan mungkin ratusan ribu, bersujud menyembah si pemuda dengan penuh khikmat. Keagungan si pemuda tampak begitu nyata terpancar, membuat siapapun yang berhadapan dengannya refleks akan merasa gentar, segan, dan takut. Mereka akan menjatuhkan diri dan bertelut, berseru penuh ketakziman, “Hidup Yang Mulia Kaisar!”
Sangat terpesona
Bab Populer