Sang Penjaga Pajajaran
Di dinding belakang arca, terdapat lukisan batu menggambarkan kerajaan yang megah — istana di atas kabut, air mengalir dari gunung, dan sosok-sosok bersinar membawa lambang matahari dan kujang.
Arjuna menatapnya dalam diam. “Inilah... cermin Pajajaran. Dunia yang hidup dalam rasa, bukan dalam waktu.”
Tiba-tiba, angin berhembus lembut dari balik arca. Cahaya lampu mereka meredup, dan ruangan dipenuhi bisikan. Layaknya bisikan seribu suara yang berbicara bersamaan, namun suara-suara itu tidak menakutkan, justru menenangkan.
Hot Chapters