Bukan Nikah Kontrak
Pihak sana menyetejui, telepon pun ditutup.
“Apa kata bos?”
“Perpekto, katanya bos.” Dia kesusahan mengulangi kalimat dari wanita yang gemar mencampur-campur bahasa itu. “Tinggal menjalankan rencana kedua,” tambahnya.
“Perfecto, bukan perpekto.” Bekerja sekian lama, membuatnya khatam cara penyebutan dan arti kalimat dari bosnya tersebut.
“Ah, itu maksudnya.” Anak buahnya menyengir, malu.
Hot Chapters