Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Majikanku

Rahasia Majikanku

Rahasia Majikanku #6 Di perjalanan pulang, mataku tertuju pada sebuah bangunan berwarna cokelat. Sepertinya orang-orang yang ada di dalam bangunan itu sangat tepat untukku meminta pertolongan. "Minggir, Pak."
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
Ibu Super (Aku bisa Tanpamu, Mas!)

Ibu Super (Aku bisa Tanpamu, Mas!)

Reseller-reseller hebat nan pintar dan kreatif bisa membawa produk-produk milikku sampai ke pelosok bahkan ada yang sampai keluar negeri. Mas Ammar kembali dan menawarkan sebuah produk parfume untuk kujual. Kemasan parfumenya sangat menarik, aromanya juga khas. Brand baru tapi tak ada salahnya aku coba. "Semua barang yang disimpan disini adalah produk pertama dari perusahaanku khusus untuk shop-nya Mbak Gina," ucap Mas Ammar. "Maaf, Mas ... bukannya aku kepo, kata Mama, Mas Ammar kerja di perusahaan asing kok sekarang jadi jual parfum begini?" tanyaku.
1018.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
Forever Hours

Forever Hours

Di setiap kaca itu terdapat tulisan Mozzafiato: Find Your Experience With Us yang mana adalah nama toko sekaligus tagline-nya. "Aku rasa, lebih baik menyerah saja pada rasa daripada terus-menerus menggali luka yang tiada habisnya," lanjut Fira sebelum membuka pintu mobil, meninggalkan Randi yang masih duduk di tempatnya dengan senyum segaris tipis. *** "Tante kira kamu nggak dateng hari ini, Sayang." Seorang wanita menyambutnya begitu baru saja membuka pintu kaca toko. Senyumnya merekah meski kerutan di sekitar matanya tampak jelas. Kedua perempuan itu berbagi peluk singkat.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
MISTERI GADIS KEMBAR

MISTERI GADIS KEMBAR

terang Azzam. “Aku malah baru tahu, kalau gedung itu telah berubah. Apa nama perusahaanmu?” timpal Fikri yang sejak tadi diam. “Emm ... AB Corp, kalau tidak salah,” sahut Bakhtiar. “Aneh, aku baru mendengar nama itu. Mungkin karena perusahaan baru. Bergerak dibidang apa?” tanya Fikri lebih mendetail. “Entahlah, Paman. Saya sendiri juga bingung. Tapi, sepertinya ekspor – impor barang antik,” sahut Bakhtiar.
9.914.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
King of Bosses

King of Bosses

Bisik Varsha khawatir. Varsha menatap toko parfum yang terletak di sudut Mall itu. Tempat dimana ia pernah bekerja sebelumnya dan mengalami penghinaan. Nampak toko tersebut sangat sepi pengunjung. "Itu, bukankah toko tempat anda bekerja dulu?" Bisik Frans. Varsha mengangguk. Tapi ia lebih terkejut lagi saat melihat Pak Agung berdiri disana dengan banyak dus dikeluarkan oleh dirinya sendiri.
9.486.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai mystery shop ff pertama
Tampilkan Ulasan (57)
Baca
+Pustaka
ARCELYOS
Maaf buat para pembaca kalau author apdetnya ga sering. author juga sempet kena covid 19 dan skrg agak sering sakit. Doain author sehat terus ya, jangan kasih bintang 1 karena ceritanya akan terus lanjut.🌚🙏
Mvhie
Sebuah karya yang luar biasa Thor 🥰. Jadilah tetap tegar setegar karang biarian nyamuk yang ang eng ung terus berdengung dan menyakiti. Karena pada akhirnya mereka akan mati dalam satu tepukan telapak tangan kita yang akhirnya sukses diakhir cerita 🥰🥰🥰🥰 I support you,
Baca Semua Ulasan
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

'Seandainya Mama tahu yang sebenarnya,' kataku di dalam hati. Pandangan aku lemparkan pada ruko-ruko yang berbaris menjual segala sesuatu kebutuhan manusia. Dari mulai makanan hingga pakaian, dari perlengkapan rumah tangga hingga perhiasan. Dan akhirnya kami pun sampai di depan toko perlengkapan bayi yang menjadi tujuan utama kami. "Sudah sampai ...," ujar Mama dengan wajah senangnya.
1032.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 768 kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
Dominasi sang Pewaris

Dominasi sang Pewaris

Tapi bagi Claire, itu pertama kalinya dia datang ke sana. Tepat sekali, tempat itu memang toko First Style. Mobil Claire memasuki halaman itu bukan sekadar singgah, tetapi memang itulah tempat tujuannya. Walaupun ada banyak barang bagus dijual di sana, Claire datang bukan untuk membeli pakaian atau gaun pesta untuk reuni, tetapi dia ingin menemui Audrey.
9.260.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

Matanya menatap tas hitam yang dipegang tantenya. “Tante bawa narkoba ya?” tanya Namika asal-asalan. Tante Mutia langsung mengerutkan keningnya dan memukul kepala Namika pelan. “Ini tuh isinya dokumen penting. Nanti kalau kamu kerja kayak tante juga kamu bakal tahu,” balas Tante Mutia. Namika sama sekali tidak tertarik untuk bekerja seperti tantenya. Organisasi Gifted bekerja sama dengan negara dan tidak jarang pekerjaan yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang berbahaya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia

Setelah sampai di markas, Theo membopong tubuh Asya layaknya karung beras, sedangkan Jeno mendapat bagian untuk membawa koper milik wanita itu. Di dalam, beberapa anak buah Jay atau yang biasa disapa dengan sebutan Father Jay, memeriksa isi koper milik Asya. Setelah mengobrak-abrik semuanya, ternyata tidak ada barang yang mencurigakan sama sekali. Hanya ada pakaian dan sedikit uang tunai. "Apa ada sesuatu yang mencurigakan?" tanya Father Jay dengan suara beratnya. "Tidak Father, aman!" jawab salah satu penghuni markas dengan tubuh yang paling tinggi dengan pierching di alis kanannya. Pria yang akrab disapa dengan panggilan Luis.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
Haid Pertamaku

Haid Pertamaku

Rahasia Besar Yang Terungkap Selepas subuh, kawasan di mana tempat lokalisasi itu berada mulai berangsur sepi. Para pedagang mulai banyak yang merapikan barang-barang dagangannya. Langit masih terlihat gelap. Rumah dua lantai dengan cat warna putih itu terlihat seram, walaupun dibangun dengan megah. Aura ketidakbaikan terasa jelas jika sedang melewati ataupun mendekati rumah itu. Bangunan megah di mana tempat Merry, sang muncikari tinggal.
1037.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mystery shop ff pertama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status