Sentuhan Panas Papa Mertua
"Aku sangat mengagumi kamu, Sayang. Sungguh. Bagiku kamu adalah keindahan itu."
Pipi Alana semakin merona. "Ternyata kamu pandai menggombal, Ken." Napas Alana masih terengah-engah karena sensasi kenikmatan dari sentuhan-sentuhan yang suaminya berikan pada bagian dadanya.
"Aku tidak menggombal, Sayang. Yang aku katakan itu adalah fakta. Kamu sungguh indah, bahkan semua keindahan yang pernah aku lihat sebelum ini tidak apa-apanya dibandingkan dengan kamu. Tuhan sangat baik padaku karena menjodohkanku dengan kamu, Sayang. Jika ada kata yang lebih dari indah, mungkin itu yang menggambarkan kamu saat ini."