Pria Alfiyah
ujar Iklil.
"Waah, terima kasih banyak, Nak Iklil, baik sekali."
"Sama-sama, Pak, mari Saya antar."
Sejak tadi, Aini menguping pembicaraan antara Ayahnya dan Pria itu. Iklil, ya, nama Pria itu adalah Iklil, sekarang Aini sudah tahu namanya. Aini senang jika Ia sudah mengenal nama Pria itu, namun Ia tak suka dengan caranya. Terlalu singkat, tapi tak apalah. Setidaknya, malam ini Aini jadi salah satu perempuan yang beruntung karena telah bertemu dengan Iklil.
Hot Chapters