Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Miss Montok

Miss Montok

Entah kalau itu bohong juga. Akhirnya acaranya selesai juga. Segera berjalan cepat menuju arah lobi, sepuluh menit lalu aku sudah pesan taksi menuju ke Gambir. Pikiranku kosong. Hal yang kuinginkan saat ini hanya pulang. Menjauh sesegera mungkin dari tempat terkutuk ini. Sebelum mencapai lobi, Nana, salah seorang peserta yang datang dan juga tidak menang, melihat aku. “Ester, kok buru-buru pulang?” sapanya.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
BALADA SANG MANDARA

BALADA SANG MANDARA

"Zalomba, kau bukanlah putriku! Aku tidak pernah melahirkan seorang putri! Kau hanya rakyat jelata biasa yang kebetulan beruntung aku pungut untuk memuluskan rencanaku." Seperti ada petir yang menyambar di depan wajahnya, Putri Zalomba termundur dengan wajah pucat. Semua orang yang mendengar kebenaran itu sungguh tak menyangka. Nilam Rencana terpukul bukan main. Selama ini dia selalu merasa dirinya adalah seorang bangsawan tinggi, nyatanya tidak ! Ayahnya Rencana Bazlam hanya seorang bangsawan rendahan setingkat Baron. Itu artinya dia tidak bisa memenuhi kandidat untuk menjadi calon Permaisuri karena hanya wanita dari golongan setingkat Count dan Duke yang bisa menjadi Ratu. Selama ini dia m
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Nayla

Nayla

Tadi dia pinjam dari Mpok Nur, penjual batagor di kantin mereka. "Perfect!" Mereka bertiga berjalan keluar. Nayla yang ditengah bak artis penyanyi dangdut yang didampingi bodyguard dan asisten. Di depan gerbang sudah ada Raka yang menunggunya. "Kenapa? Gue cakep ya, sengaja gue dandan buat lo," ujar Nayla menghampiri Raka. Mata Raka hampir keluar melihat penampilan Nayla. Diliriknya Beca dan Rangga bergantian.
9.420.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Elena

Elena

Bila make up di hapus,maka pudar jugalah cantiknya. Hana beda dengan perempuan- perempuan itu. Dia memang sudah cantik walau tanpa polesan. Apalagi tambah dirias, wah kecantikannya bagai artis papan atas, bak bidadari. Wajahnya yang putih dengan alis tebal, pesona bibir yang merona alami dan badan proporsional yang langsing namun berisi bak gitar spanyol.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Pamitnya pada Mbok Made. Wanita Bali itu mengangguk mengerti dan kembali sibuk dengan pekerjaannya. Entahlah apakah dia menyadari perubahan roman wajah pemilik villa itu atau tidak. Nana setengah berlari melintasi halaman berumput, menuju ke paviliunnya. Sesampainya di kamarnya, dia memilih untuk mengurung diri. Mencoba untuk menata hati dan emosinya juga mengenyahkan bayangan-bayangan buruk yang mulai menghantuinya.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Love life hope

Love life hope

Tanya Marina yang sudah berpakaian modis, sehingga tak membuatnya terlihat seperti umurnya, malah terlihat seusia Nana. "Wah, kakak cantik, nantik ajarin Nana untuk make up yang terlihat natural dan gak menor yah kak." "Pasti adikku, apapun untuk adikku yang paling cantik."Marina mencubit kedua pipi Nana, entah bagaimana, walau tubuh Nana tak berisi, namun pipinya terlihat bulat berisi, sehingga membuat orang-orang gemas dengannya.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Menjadi Pembantu Maduku

Menjadi Pembantu Maduku

Nana yang mendengar umpatan Mona, dengan cepat berbalik melihat apa yang terjadi, sementara Mona menatapnya dengan kemarahan lalu menghampirinya. "Dasar anak bodoh! Kau sengaja meletakkan gelas itu di sana! Kau lihat bajuku basah karenamu! Dasar anak sial! Anak janda tidak tahu diuntung! "Mona mengumpat, sambil menjambak rambut panjang Nana, hingga Nana menangis histeris. "Hiks … maaf Nyonya. Hiks … Nana tidak sengaja!" Nana mencoba membela diri, tapi percuma tangan Mona semakin kuat mencengkram rambutnya.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Batal Di Madu

Batal Di Madu

Melihat ada kesempatan Viona melihat ada balok kayu besar yang tergeletak di tanah. Balok kayu yang sama untuk memecahkan kaca mobil bagian depan itu. Dengan cepat dia langsung mengambil nya dan memukuli ketiga preman lainnya. Viona dengan brutal membuat para preman itu tersungkur kembali.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan

Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan

Arjun memperkenalkan, "Tuan Nathan, ini adalah Nayana, penguasa Analin di Beluno. Dia juga dikenal sebagai Nyonya Nayana." Selesai memperkenalkan Nayana, si Janda Hitam, Arjun bersiap memperkenalkan Nathan. Namun, Nayana tertawa manis dan berkata lebih dulu, "Kak Arjun, kamu nggak perlu mengenalkan pemuda tampan ini padaku." "Aku sudah sering mendengar tentang reputasi dan juga semua tindakannya."
9.5214.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Calon Janda

Calon Janda

Rupanya Husain Abraham, selain jago editing, sekarang jago berbohong. Manapun menurut. Meski dengan wajah kesal, tapi Mama tetap turun. Saat sedang mencari makanan ringan, aku seperti melihat punggung Nashwa. Dia menggendong ransel warna coklat muda yang dulu dibeli denganku. Akupun memanggilnya. Wanita itu menoleh, dia benar-benar Nashwa. Aku segera menghambur dan memeluknya erat.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai nana muka balmond
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status