Imperfect Love
“Hun, ayo mandi bareng.”
“Nggak mau!” tolak Yasmen dari dalam. “Ingat, kan, kata dokter tadi, dikurang-kurangi dulu mainnya.”
“Tapi, Hun, cuma mandi!”
“Nggak mau!” Yasmen kembali menolak karena akan tahu ke mana ujungnya, bila Byakta dan dirinya mandi bersama. “Mas Bee pasti modus.”
“Janji! Nggak nggak ngapa-ngapain,” ujar Byakta sambil mengetuk pintu. “Ayolah buka, Hun. Ini sudah malam, dan aku mau cepat-cepat mandi terus istirahat.”