Wiro sang Penakluk
Mereka berpelukan erat di bawah pancuran, napas tersengal, air terus membersihkan tubuh mereka yang lelah tapi puas.
Setelah beberapa menit, air dimatikan. Hartini bersandar ke dada Wiro, tersenyum lemas. "Ini... hari terbaik dalam hidupku, Mas. Mandi bareng kamu... bikin sakit punggung aja lupa, apalagi yang lain." Wiro cium keningnya, liontinnya dingin sekarang.
"Sama-sama, Bu. Kita ulang lagi kapan-kapan?"