Bujang Lapuk ( Malam Pertama dengan Om Perkasa )
Mereka pulang satu jam kemudian.
Bujang berinisiatif membeli nasi bungkus, dengan alasan Keke pasti capek memasak karena baru pulang dari pasar.
"Bang, satu saja dulu dibuka, takut nggak habis, yang satu lagi kasih Bang Luqman saja, dari pada mubazir."
"Kau serius, Ke. Nanti kau malah nggak kenyang."
"Serius," jawab Keke, dia menanggalkan karet pengikat daun pembungkus nasi itu. Sepertinya penjualnya royal memberi sebanyak ini. Harganya cuma lima belas ribu.