Jerat Mafia Tampan
Ia membuka lipatan kertas minyak dengan penuh kebanggaan, seperti memperlihatkan harta karun.
“Aromanyaaaa… wangi surgawi. Lihat nih, nasi hangat semerbak wangi, lauknya ngumpul rapi. Pokoknya ini tuh udah siap disantap, Pak, Om, Bang—eh, kamu!”
Pria itu hanya menghela napas lelah, bingung mau menjawab apa.
Apalagi yang lebih membingungkan...
الفصول الرائجة