Janji Setia
Dayyan menunjukkan kemeja dan celananya yang lembab karena membantu Nuwa mandi.
Lelaki bermata abu-abu itu santai saja tanpa rasa malu dan canggung membuka kemeja dan baju dalamnya di depan Nuwa.
‘Ya Allah, mataku ternodah melihat aurat laki-laki.’ Nuwa memejam tapi sebentar saja. Habis itu dia buka mata lagi. ‘Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, haaaaa, delapan kotak, ya ampuuun, beruntung sekali hidupku.’ Mata besar itu kemudian berpaling ketika ketahuan memperhatikan bentuk perut Dayyan yang rajin sit and push up.
Hot Chapters