Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Yang Pernah Kau Buang

Wanita Yang Pernah Kau Buang

"Itu mangga minta pada Pak Basri, mana yang diminta Mangga yang paling atas dan banyak semutnya, belum lagi, jambu merah itu juga beuhhhh semutnya mengerikan. Aku harus rela di gigiti semut. Lihat muka dan tanganku ini. Kalau bengkauannya kebetulan dirumah ada jadi aman lah. Dan yang paling parahnya sambal ini buatan Nenek Iroh." "Apa? Nenek Iroh?" ucap Mas Amor dan Mbak Lala bersamaan. Anisa yang mendengarkan penjelasan sang suami tertawa, ada rasa kasihan juga karena tubuh sang suami bentol- bentol di gigitti semut. Untung Ibunya memiliki salep ampuh, kalau tidak entahlah bagaimana kondisi sang suami. "Hu.um mbak. Nenek Iroh, nenek yang terkenal galak itu."
11.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

Serta sayuran lainnya yang tidak ditanam di kebun Kakek. "Hati-hati, baca doa sebelum pergi kemana pun," ujar Nenek. "Iya, Nek. Ya udah kita berangkat dulu ya, oh iya, Nek. Aku juga mau buat seblak nanti. Di sana ada yang jual makaroni kan?" "Iya, ada. Lengkap di sana," Aku dan Intan berpamitan dan langsung tancap gas. Semilir angin berhembus menerpa wajahku, pohon-pohon bambu saling bergesekan menimbulkan suara berisik.
1065.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

“Ruhmasigi! Kalau kau tidak mau muncul, akan kupanggang semua katak peliharaanmu di lembah ini!” Dua mata si nenek mendadak keluarkan sinar merah terang menggidikkan. Agaknya dia tidak main-main. Kalau dua larik sinar merah mengandung hawa panas disemburkannya maka jika benda mati yang terkena seperti batu, akan hancur lebur. Jika benda hidup akan mati seolah terpanggang!. Tiba-tiba terdengar suara tawa cekikikan. Tumpukan katak yang ada di tengah sungai kecil kelihatan bergerak. Bangkit membentuk sosok manusia yang ditempeli ratusan katak hijau. Hanya mata, hidung dan mulutnya saja yang kelihatan. Inilah dia si Nenek Jin Lembah Paekatakhijau yang tubuhnya tertutup oleh katak-katak peliharaa
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

“Owh Kampung Sepuh ya, nanti deh di kasih tahu. Yang pasti jangan tidur, nanti kelewat.” “Aku doain ya biar kalian sukses disana, asal kalian kuat aja di dalam sana, soalnya kampung itu Kampung Keramat, gak sembarangan orang bisa tahan lama-lama di kampung itu,” Kata kenek tersebut yang tiba-tiba bergidik setelah mendengar tujuan mereka. “E-emang banyak yang gak kuat Kang?” Kata Gema yang bingung dengan perkataan sang kenek pada saat itu.
10126.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai nenek semok
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Sebatas Perawat untuk Istri Suamiku

Sebatas Perawat untuk Istri Suamiku

"Wah, seperti apa desa Nenek, Nek?" Weni tertawa kecil diselingi batuk. "Desa Nenek sangat indah. Dikelilingi oleh sawah dan pegunungan. Orang-orang di sana ramah dan saling membantu." "Nenek, apa di desa Nenek ada banyak hewan?" tanya Alvi dengan ujung jari berada di kepala. Weni menyangguk, "Iya, Aldo. Ada banyak hewan di desa Nenek. Ada sapi, kambing, ayam, dan bebek."
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

Aku tidak tahu harus bilang apa pada Nek Iyah, hari ini mungkin dia tidak ada untung, aku tahu jualan sembako seperti ini tiap item cuma untung seratus atau dua ratus perak, paling banter seribu sampai lima ribu rupiah. "Gak apa-apa, Ai ... memang Samadin selalu Nenek jatah sebungkus rokok tiap hari, sudah dua hari Nenek lupa tidak mengantarkannya," kata Nek Iyah setelah ketemu dengannya dan kuadukan hal itu. "Bukankah setiap bulan Nenek bayar sewa tempat itu?" tanyaku "Yah memang begitulah ... yang rokok itu namanya jatah preman," kata Nek Iyah tertawa memperlihatkan giginya yang tinggal dua.
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai nenek semok
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Suamiku, Nerakaku!

Suamiku, Nerakaku!

Mungkin, dia merasa malu di hadapan Sarah. Aku hanya menggeleng tanpa mengatakan apa-apa. Aku berusaha menahan rasa jijik itu dan memasukkan daging asam manis itu ke mulutku. Namun, aku kesulitan untuk menelannya hingga akhirnya memuntahkannya. Kennedy tampak terkejut. Aku buru-buru bangkit dari kursi dam berlari ke pojok untuk bersembunyi. "Maaf, maafkan aku. Aku akan makan! Jangan pukul aku!"
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
Melupakan Pria Berengsek

Melupakan Pria Berengsek

Kemudian, aku pernah tidak sengaja melukai jariku dengan pisau. Melihatku yang berusaha menahan untuk tidak menangis, Brian mengambil satu permen gummy dan memasukkannya ke dalam mulutku. Pada saat itu, pemikiranku masih naif. Aku berpikir bahwa Brian mengingat apa yang kuceritakan dan perlahan mulai menerima diriku. Namun, pada akhirnya, itu semua hanyalah imajinasiku. Brian, kamu bisa mengingat hari ulang tahun Gita, restoran favoritnya, dan setiap gaunnya cocok dengan perhiasan apa.
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

kataku pada wanita yg meletakkan semangkok gulai berwarna kuning bersantan di depanku. "Simbok khusus bikin ini buat Neng yang gak makan ikan." Aku yang menyendok kuah ke dalam piring, berterimakasih. Menuang air putih ke dalam gelas lalu makan dalam diam, sementara ibu dan mbok Darmi bicara tentang apa yang akan dilakukannya selama di kampung.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

Julia berjalan ke sebuah kios di mana seorang nenek berambut putih menjual acar sayuran buatannya. Nenek tua itu sangat senang melihat ketiga anak yang lucu dan tersenyum. Windy berjongkok. "Nenek, berapa harga yang kamu jual untuk ini?" Nenek tua itu sulit mendengar, jadi dia harus mendengarkan beberapa kali sebelum dia mengerti dengan jelas. "Dua puluh lima ribu untuk setengah kilo. Saya sendiri yang menggali bawang liar ini di pegunungan dan mengasinkannya dalam toples selama setengah tahun. Anda bisa membuat sup dengan itu. Rasanya sangat asam dan menggugah selera!"
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai nenek semok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status