Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta
“Sip. Jangan lupa istirahat yang cukup, tak usah stres yang berlebih, ingat Kai, sekarang kau tidak sendirian, ada si kecil yang ikut hidup di dalam perutmu.”
Kaila tersenyum, tangannya mengusapi perutnya yang masih sangat rata. Ada kebahagiaan tersendiri di saat memegang perut yang akan membuncit itu.
“Thank you, Grace. Kau memang teman yang baik.”
Kini Kaila langsung mengembuskan napasnya lega, ia tersenyum tipis sembari mengusap perutnya lembut.
“Selamat, Nyonya. Anda akan menjadi seorang Mommy sebentar lagi, pasti Tuan akan sangat bahagia mendengarkan berita ini.”
Hot Chapters