AMBISI IBU MERTUA
Meski Pak Hardi merasa tidak mengenal pria tua itu tapi untuk menghargainya dan tidak ingin membuat orang itu kecewa Pak Hardi menyalaminya.
“Aku Giran. Salah satu gurumu di pondok Pesantren Gontor. Kamu dulu mondok di Gontor, kan?” Pak Hardi mendengar penuturan lelaki itu sambil berusaha mengingat-ingat.
“MasyaAllah. Ini ustad Giran, ya?” Maafkan saya, Ustad kalau sampai tidak mengenali lagi,” ucap Pak Hardi. Lalu dengan sangat hormat ia membungkuk dan mencium punggung tangan lelaki tua itu.